Withdraw Profit E-Toro ke Rekening BCA, Total Rp 23.609.104,74

Pada hari Senin kemarin, 13/12/2021, saya melakukan request withdraw balance E-Toro saya ke rekening BCA. Prosesnya ternyata tidak lama, hanya memerlukan waktu lama. Pada hari Kamis, tanggal 16/12/2021, pencairan dana sudah selesai.

Dana yang saya ambil adalah 1647.99 USD, dan masuk ke BCA sebesar Rp 23.609.104,73, dan fee penarikan sebesar 5 USD. Jika saya bagi, artinya rate 1 USD nya kena Rp 14.325,99.

Bagaimana Caranya?

Pertama, tentu yang perlu Anda siapkan adalah no. rekening BCA Anda. Setelah itu kode swift BCA. Proses penarikan saya lakukan melalui aplikasi mobile e-Toro dari Android dengan metode Bank Transfer.

Note, di atas adalah screenshoot yang saya ambil tapi bukan yang sebenarnya. Saya melakukan screenshoot kedua kalinya dengan no rekening dan nominal yang berbeda.

Dan voalla, tidak sampai lima hari. Sudah masuk ke rekening BCA Anda.

Dan jangan lupa, untuk mengisi PPH 21 untuk penarikan ini. 😉

Backup dan Restore Aplikasi Ghost Blog di Linode

Tahun lalu saya sempat rutin menulis di platform Ghost. Sebuah platform yang dikususkan untuk menulis.

Berbeda dengan WordPress, yang memakai PHP sebagai bahasa pemrogramannya. Ghost memakai JavaScript melalui NodeJS untuk bahasa pemrograman mereka. Instalasinya cukup mudah dan simple.

Beberapa hari ini saya baru sadar blog yang saya simpan di domain zenness.id ini mati. Saya belum tahu apa yang membuat blog itu mati. Saya tidak mau ambil pusing mencari tahu kenapa blog zenness.id mati. Saya akan coba backup dan restore blog zennes.id ini.

Continue reading “Backup dan Restore Aplikasi Ghost Blog di Linode”

Membeli Hosting HawkHost Semi Dedicated Hosting, Bagaimana Performanya?

Saat BlackFriday kemarin, saya coba mencari beberapa promo menarik. Terus saya ingat, tahun lalu saya gagal mendapatkan promo BlackFriday dari HawkHost. Sempet menyesal, karena diskonnya sampai 65% potongan harga.

Tetapi tidak untuk tahun ini. Ternyata promo yang sama ada lagi. Tidak berbikir panjang, saya melihat-lihat produk mereka dan memilih mana yang paling saya butuhkan.

Ada cloud hosting biasanya yang harganya bisa sampai 2 USD per bulan, ada juga yang paling mahal paket VPS dan dedicated hosting. Bagi saya, pikiran saya jatuh antara cloud hosting biasa, paket reseller, atau semi dedicated hosting.

Setelah direnungkan cukup lama, yang saya cari adalah kemudahan dan kecepatan.

Cloud hosting memang mudah, tetapi dengan performa atau kecepatan yang rata-rata. Karena Cloud Hosting mereka pada dasarnya adalah shared hosting.

Reseller hosting, memiliki performa yang di atas rata-rata, karena memiliki dedicated resource, tetapi demgan setup yang agar ribet.

Dan Semi Dedicated hosting adalah jawaban antara shared hosting dan reseller hosting. Hosting ini dibuat sedemikian rupa agar resource yang dipakai tidak digunakan banyak clients, tetapi dengan setup yang sama mudahnya dengan shared hosting.

Tidak berpikir lama, saya checkout hosting Semi Dedicated hosting dengan lokasi Singapura.

Ada dua pilihan diskon, diskon satu kali saja dengan potongan sampai 65% atau berkepanjangan dengan potongan 55%.

Karena saya perlu untuk jangka panjang, saya memilih potongan 55%.

Dipakai Untuk Satu Blog Saja

Mungkin teman-teman pembaca yang kebetulan lewat dan membaca tulisan ini bertanya.

Kenapa dipakai satu blog saja?

HawkHost tidak membatasi berapa banyak website atau blog yang bisa saya host di Semi Dedicated hosting ini. Bisa sangat banyak selama storage-nya masih cukup.

Saya memakai untuk satu blog ini saja alasannya karena inilah satu-satunya blog yang saya punya saat ini. Tetapi nantinya tidak menutup kemungkina saya meng-host blog lainnya.

Apakah tidak over resource?

Iya, ini over resources sih, apalagi untuk blog yang baru mulai. Banyak resource yang masih belum terpakai optimal. Tetapi siapa yang bisa menolak diskon 55% untuk hosting yang lebih mumpuni.

Fitur-Fitur Unggulan Semi Dedicated

Yang saya suka dari HawkHost dari dulu adalah mereka tidak membeda-bedakan fitur antar paket yang mereka tawarkan. Begitupun dengan Semi Dedicated ini, semua fiturnya hampir sama dengan shared hosting mereka.

Terus rugi dong? kalo sama kenapa membayar lebih untuk Semi Dedicated hosting?

Benar sama, tetapi ada fitur-fitur yang akan sangat optimal jika dipakai di Semi Dedicated host. Contohnya seperti PHP7 dan Memcached.

Jika dalam Shared Hosting sumber daya yang digunakan dipakai bersama dengan jumlah pemakaian yang besar. Pada Semi Dedicated ini tidak begitu banyak. Di Semi Dedicated host, HawkHost memberikan jaminan bahwa kita mendapatkan:

  1. Access to 2 CPU Cores
  2. 2 GB Memory
  3. 30 Mb/s IO
  4. 50 Concurrent MySQL Connections
  5. Free Off-site Backups Taken Twice Daily
  6. Fewer Users Per Server

Dari CPU yang nanti akan berpengaruh adalah waktu eksekusi, banyaknya request yang bisa dikerjaan dalam satu waktu. Meskupun PHP7 sudah cepat, akan lebih baik lagi jika diberikan akses terhadap CPU yang lebih banyak.

Dengan memori yang besar juga, CPU bisa leluasa memberikan caching yang lebih besar dan lama juga. Jika terdapat memori yang tidak terpakai, sisanya akan CPU alokasikan untuk membuat website menyimpan data-data yang sering diakses di memori.

Kesimpulannya, meskipun kita tidak begitu pintar melakukan optimasi, website yang kita host di Semi Dedicated hosting secara default sudah dioptimasi agat bisa diakses dengan cepat.

CloudFlare Optimized Partner

Ini sangat menarik, tidak banyak hosting yang mendapatkan CloudFlare Optimized Partner. Apa si sebenarnya Cloudflare Optimized Partner?

CloudFlare adalah penyedia layanan yang dapat membuat website lebih cepat diakses dan lebih aman tanpa harus tahu tentang detil-detil teknis. Layanan mereka ada yang berbayar dan ada yang gratis.

Meskipun gratis, layanan mereka tetap memberikan manfaat yang besar. Kita mendapatkan fitur-fitur kemanaan dan akselerasi web.

Dengan label CloudFlare Optimized Partner, ada beberapa layanan yang seharusnya kita bayar, tetapi ini kita dapatkan secara cuma-cuma. Iya, bahkan jika kita membelinya langsung melalui CloudFlare tanpa melalui hosting Optimized Partner, harganya bisa sampai 200 USD satu bulannya.

Selebihnya yang saya suka adalah CloudFlare juga sudah memiliki edge network di Indonesia. Artinya jika website kita memakai CloudFlare, meskipun hostingnya ada di luar negeri, akan terasa secepat hosting di lokal.

Performa

Balik lagi ke pertanyaan awal. Jadi bagaimana performanya?

Bagus, sangat bagus. Memang belum terlihat tantangannya, karena masih dipakai satu website baru.

Yang bisa saya rasakan langsung adalah semuanya serba cepat. Membuka admin WordPress tidak perlu menunggu lama, install plugin tidak perlu menuggu lama, bahkan sekedar backup, download, dan restore bisa saya lakukan hampir instant.

Saya sangat merekomendasikan Semi Dedicated Hosting dari HawkHost ini.

2021 Mulai Ngeblog Lagi, Bagaimana Rasanya?

Masih ada gak si yang masi ngeblog di 2021 ini? Di zaman dimana konten-konten itu adanya di TikTok, Instagram, atau YouTube.

Saya sendiri sebenarnya mulai menulis di blog itu tahun 2008, lebih dari 12 tahun yang lalu! Saat itu blum ada yang namanya TikTok dan Instagram. Bahkan smart phone saat itu masih jadi barang yang mewah. Pilihannya hanya juga sedikit, Palm, BlackBerry, atau iPhone.

Benar memang kata Steve Jobs ketika beliau mulai menjual Mac tahun 80’an dulu. Nantinya komputer akan sangat terjangkau, setiap orang akan memilikinya. Here we are!, setiap orang sekarang mimilki smart phone. Bukan satu, bahkan ada yang dua ada yang lebih dari dua.

2008, yang namanya personal komputer ya komputer, PC, atau leptop. Bukan smart phone, bukan Android, bukan iPhone. Konsekuensinya, konten masih sangat terpusat untuk layar-layar besar.

Konten-konten saat itu adalah konten-konten yang memang dikonsumsi bukan untuk orang-orang yang sangat dinamis. Untuk menikmatinya kita harus duduk di atas kursi. Karenanya, sangat menyenangkan menulis blog saat itu, banyak yang membaca dan kompetitif.

Rasanya Ngeblog Dahulu, dan Sekarang

Dulu bukan sedulu itu, tetapi dulu itu adalah ketika tahun dimana penetrasi smart phone masih lebih sedikit dibanding PC atau Laptop, khususnya di Indonesia.

Saat saya masih aktif ngeblog, sekitar tahun 2008 sampai 2016, banyak sekali pembaca yang berinteraksi. Kita saling bertukar komentar di kolom komentar, membagikan backlink sana sini. Dan semuanya sangat menyenangkan.

Ada masanya ketika saya menulis di blog panjang-panjang untuk merebut keyword tertentu di SERP google.

Katanya, menulis konten yang panjang-panjang sangat bagus untuk SEO.

Voalla!! tiga minggu kemudian, meskipun tidak mendapatkan posisi no. 1, tetapi saya bisa masuk page 1 SERP dalam waktu yang singkat.

Saya melakukannya tidak satu malam, untuk mendapatkan SERP halaman 1, saya harus riset keyword, mengerti semantic HTML, dan menulis konten yang selain panjang juga harus memberikan timbal balik ke pembacanya.

Ngeblog Sekarang…

Ketika memutuskan untuk menulis lagi, saya masih menyimpan blog-blog favorit saya.

Dan apa yang terjadi?

Kebanyakan sudah tidak bisa diakses lagi. Blog-blog favorit saya saat itu Blogguebo (mati), Bloggodolar, dan Blog mas Erawan.

Memang, blog-blog yang sering saya baca adalah blog yang sedikit teknikal tentang blogging dan beberapa blog tentang how to from internet.

Salut untuk mereka yang masih konsisten menulis.

Meskipun rasanya sudah tidak seperti dulu, konten tidak lagi terpusat pada tulusan blog, saya akan mencoba menulis lagi. Tulisan tentang apa? macam-macam. Tentang blog, pekerjaan, dan kehidupan.

Tentu saya akan sangat senang jika mendapat pembaca, tetapi fokus saya bukan pembaca sekarang. Fokus saya adalah ego saya sendiri. Kepuasan ketika tulisan-tulisan sudah banyak dan nantinya bisa saya baca di masa depan kelak.

Blogging for Money

Apakah saya akan menulis blogging for money?

YA, tentu.

Saat saya masih aktif blog, banyak sekali manfaat yang saya dapat dari blogging, salah satunya bisa mendapatkan uang rutin dari blog.

Sekarang strategynya mungkin sudah berbeda. Bukan lagi dari iklan atau afiliasi. Fokus tahun pertama saya blogging adalah mendapatkan branding dan pengalaman pembaca yang bagus dahulu.

Toh, itulah yang saya pelajari setelah berkarir diluar blogging. Untuk menjual sesuatu kita harus mendapatkan traction dan brand yang bagus.

Tentu, saya akan menulis perjalanan saya di sini. So, jika kebetulan Anda membaca tulisan ini, bookmark blog ini dan berlangganan melalui kolom komentar di bawah! Saya tidak akan mengecewakan Anda.

Oh ya, ilustrasi gambar di atas saya dapatkan dari Business vector created by pch.vector – www.freepik.com.

Saya mungkin akan subscribe ke premimu freepik agar nanti tidak memakai atribusi freepik lagi,